Rabu, 29 Oktober 2008

PANTUN BUDI

Pantun bisa dikonsepsikan sebagai satu pengucapan kemelayuan yang terkandung di dalamnya seluruh kebijaksanaan, jiwa, seni, budi bahasa dan pandangan Melayu.

Pengertian budi kepada orang Melayu meliputi suatu ruang yang amat luas bagi menyatakan unsur-unsur kebaikan dan kehalusan mengikut nilai-nilai yang dipupuknya. Nilai budi lahir dari akal pemikiran, hati dan perasaan yang menginginkan sesuatu kebaikan dari seseorang

Masyarakat Melayu menganggap orang yang banyak berbudi akan dikenang sampai mati. Budi tidak hanya tertumpu pada budi pekerti saja , namun juga mencakup budi bicara atau bahasa dan hati budi atau akal budi.

Dalam pantun budi terkandung nasihat dan pengajaran kepada manusia agar hidup berbudi dan mengamalkan nilai-nilai murni dalam hidup

Hingga kini, pantun budi masih digunakan untuk mengapresiasi mereka yang banyak berbudi kepada masyarakat.

berikut adalah contoh dari beberapa pantun budi yang pernah ada :

Buah nanas dibawa belayar,
Dimakan sebiji di Tanjung Jati;
Hutang emas boleh dibayar,
Hutang budi dibawa mati

Yang kurik hanya kundi,
Yang merah hanya saga;
Yang baik itu budi,
Yang indah hanya bahasa

Tegak rumah kerana sendi,
Runtuh sendi rumah binasa;
Tegak bangsa kerana budi,
Runtuh budi hilanglah bangsa

Cahaya redup menyegar pagi,
Ayam berkokok mengikut tuah;
Jikalau hidup tidak berbudi,
Umpama pokok tidak berbuah

Bunga Cina di atas batu,
Jatuh daunnya ke dalam ruang;
Adat dunia memang begitu,
Sebab emas budi terbuang

Buah cempedak di hutan duri,
Jatuh sebiji dimakan ulat;
Jikalau tidak bahasa dan budi,
Apa guna kaya berdaulat

sumber : dari email teman

Tidak ada komentar: